Home » GAYA HIDUP » 10 Ilmuwan Terseksi Di Dunia,Ada Yang Dari Indonesia Juga

10 Ilmuwan Terseksi Di Dunia,Ada Yang Dari Indonesia Juga

BACRITKITA.COM – Kata siapa kata seksi serta ilmuwan tidak layak bersanding? Dulu mungkin profesi ilmuwan identik dengan kutu buku alias kepribadian eksentips. Peneliti yang berjenis kelamin wanita pun jarang.

Namun kesan itu telah wajib ditinggalkan di zaman modern ini, sebab lumayan tidak sedikit wanita yang memilih menjadi ilmuwan serta peneliti tanpa wajib mengadpilihan stigma eksentips serta kutu buku. Beberapa di antaranya bahkan lumayan atraktif untuk menjadi selebriti. Sementara sebagian lagi ditunjuk menjadi pembicara di beberapa event sains untuk mengundang lebih tidak sedikit kaum muda supaya tergerak menjadi ilmuwan.

Tentu saja tidak hanya cantik serta luar biasa, kiprah mereka di dunia sains juga tidak main-main. Profesi peneliti bukan sekadar label yang sengaja dilekatkan pada diri mereka untuk merubah wajah dunia sains di mata dunia. Para ilmuwan seksi ini adalah otak di balik penemuan-penemuan penting.

  • Heather Knight

Di balik kepala berambut pirang Heather Knight tersembunyi otak cerdas dan kegemaran terhadap robot. Perempuan cantik ini merupakan pemegang dua gelar sarjana dari Massachusetts Institute of Technology, gudangnya para peneliti dan insinyur terbaik di Amerika Serikat.

Heather yang juga menempuh pendidikan di Carnegie Mellon ini adalah pendiri Marilyn Monrobot. Perusahaan tersebut membuat robot-robot dengan kecerdasan sosial dan seni elektronik berbasis sensorik. Robot-robot bikinannya dipajang di Smithsonian-Cooper Hewitt Design Museum, LACMA, dan PopTech.

Fokus utama Heather sebagai peneliti adalah mempelajari interaksi antara manusia dan robot, robot personal, robot dengan keahlian teatrikan, dan sistem behavioral.

  • Siobhan Pattwell

Perempuan 34 tahun yang kegemaran belanja serta mendengarkan musik country ini merupakan peneliti dengan bidang neurosains di Weill Cornell Medical College. Topik yang menjadi pokok penelitiannya merupakan perkembangan otak, khususnya sirkuit neural yang berkaitan erat dengan rasa takut, kegelisahan, serta stres pascatrauma.

Sampai tahun 2017, Siobhan telah menerbitkan lebih dari 10 karya ilmiah di bidang neurosains bersama rekan-rekannya. Berbagai di antaranya memberbagi sumbangsih besar untuk perkembangan penelitian mengenai tumor otak serta kanker saraf.

  • Cheska Burleson

Di usianya yang bahkan belum mencapai 35 tahun, Cheska Burleson telah menjadi peneliti berharga di Florida Fish and Wildlife Research Institute. Perempuan yang mengantungi ijazah oseanografi kimia dari University of South Florida serta biologi air tawar & kelautan dari University of Texas ini mendalami fenomena red tide, perkembangan besar-besaran alga merah yang meracuni kenasiban laut.

Cheska juga menyelidiki kemungkinan ganggang sebagai bahan pengobatan penyakit semacam infeksi serta malaria. Sebelum menjadi ilmuwan, perempuan ini berkiprah sebagai atlet skating selagi 10 tahun.

  • Danielle Fong

Danielle Fong, 30 tahun, adalah salah satu pendiri serta peneliti mutlak LightSail Energy. Sarjana fisika komputer serta sains dari Dalhousie University ini berkebangsaan Kanada.

Di usia 17 tahun, Sertaielle mencoba meraih gelar Ph.D dalam bidang fisika plasma di universitas bergengsi, Princeton. Gagal dua tahun kemudian, Sertaielle justru mendirikan LightSail Energy. Ini adalah suatu perusahaan berbasis teknologi ramah lingkungan yang mencoba menyediakan sumber energi dari tenaga surya alias angin.

  • Daniela Witten

Dosen biostatistik berparas ayu ini mengabdikan diri di The University of Washington. Gelar sarjana matematika dan sarjana biologi didapatnya dari Stanford University.

Pekerjaan mutlak Daniela merupakan menganalisis dan mengolah data biologi dalam skala besar menjadi data statistik yang dapat dikegunaaankan dengan cara mudah dan manjur. Berkah teknik yang dirinya kembangkan, data genome saja dapat dipakai untuk panduan dalam mengobati penyakit tertentu.

Bidang pekerjaan Daniela, yaitu statistik menyentuh ranah ilmu yang sangat luas. Profesi ini sengaja dipilihnya, sebab dengan begitu dirinya tidak butuh mengambil satu bidang saja untuk ditekuni.

  • Aditi Shankardass

Aditi Shankardass yang berasal dari Inggris disebut sebagai salah satu dari delapan peneliti yang telah mengubah dunia. Ilmuwan di bidang neurosains ini mengabdikan diri di Boston Children’s Hospital dan Harvard Medical School.

Putri pengacara artis ini dikenal sebagai ahli neurologi pediatri berkat rekam jejak aktivitas otak secara real-time yang dia kembangkan. Penemuan itu berguna untuk mendeteksi gangguan perkembangan pada anak dan penyebab disleksia.

Selain menjalani perannya sebagai ilmuwan, Aditi juga sempat tampil dalam film Trafficked yang dibintangi oleh Ashley Judd.

  • Myriam Afeiche

Myriam Afeiche merupakan ilmuwan nutrisi di Nestl Research Center yang berlokasi di Lausanne, Swiss. Perempuan Lebanon ini mengantungi gelar Ph.D di bidang epidemiologi lingkungan serta gelar M.Phil di bidang ilmu kesehatan lingkungan dari University of Michigan. Sebelumnya dirinya juga meraih gelar sarjana kesehatan lingkungan dari American University of Beirut.

Myriam mendalami pengaruh makanan serta hal lingkungan lainnya kepada kesehatan reproduksi manusia. Dua temuannya antara lain fakta bahwa konsumsi terlalu tak sedikit keju dapat menurunkan kesuburan pria serta bermalas-malasan dapat membikin produksi sperma bertidak lebih.

  • Heather Christofk

Heather Christofk, Ph.D. adalah dosen kimia biologi dan farmakologi medis dan molekuler. Perempuan 36 tahun ini adalah lulusan Harvard University dan UCLA, dua universitas bergengsi di Amerika Serikat.

Heather meperbuat penelitian kepada gen dan protein sel kanker. Menurut hasil temuannya, sel kanker nasib dan berkembang dengan gula. Penemuan ini berperan besar dalam pengembangan teknologi pengobatan kanker.

Heather dan rekan-rekannya juga sukses menemukan bukti bahwa merubah metabolisme sel punca (stem cell) folikel rambut dapat menambah pertumbuhan rambut.Saat tak sibuk meneliti, Heather gemar melihat pertandingan bola basket.

  • Haruko Obokata

Haruko Obokata adalah pakar biologi sel punca serta pemimpin unit di Laboratory for Cellular Reprogramming, RIKEN Center for Developmental Biology. Sayangnya tak semacam peneliti lain, wanita cantik ini justru mencoreng integritasnya sendiri dengan penemuan palsu.

Haruko mengklaim bahwa dirinya sukses memproduksi sel punca dari sel biasa orang dewasa hanya dengan proses pencelupan ke dalam cairan asam. Ini adalah terobosan besar, sebab selagi ini stem cell hanya dapat diproduksi dengan tutorial yang lebih ‘mahal’ serta dalam waktu lebih lama pula.

Jurnal penelitan Haruko dipublikasikan di jurnal ilmiah Nature serta memperoleh aplaus menarik dari kalangan ilmuwan. Dalam berbagai minggu, keabsahan hasil penelitian tersebut diragukan tak sedikit orang. Pasalnya semua peneliti yang mencoba menerapkan metode Haruko gagal memproduksi stem cell.

Seusai diperbuat penyelidikan, Haruko memang meperbuat pemalsuan. Dua jurnal yang dirinya terbitkan ditarik. Seusai itu Haruko mengundurkan diri sebagai peneliti RIKEN di tahun 2014.

Sampai saat ini, pemalsuan yang diperbuat oleh Haruko disebut sebagai salah satu permasalahan fraud di bidang sains yang paling menghebohkan.

  • Sastia Prama Putri

Indonesia juga punya ilmuwan yang tidak kalah berprestasi, namanya Sastia Putri. Dirinya adalah penerima apresiasi L’Oreal-UNESCO For Women in Science di tahun 2015. Sehari-hari perempuan ini berprofesi sebagai asisten profesor di Osaka University serta dosen menarik di Institut Teknologi Bandung.

Sasti adalah ketua tim peneliti di Osaka University, memimpin para ilmuwan dari negeri Sakura yang banyak lelaki. Hasil penelitian Sasti yang dikenal publik adalah riset nilai serta standar kopi luwak dengan teknologi metabolomik.

Itulah deretan para ilmuwan seksi yang sudah merubah wajah dunia sains modern.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *