Home » GLOBAL » 6 Hantu Paling Ditakuti Dalam Film Horor Jepang Ini Ternyata Beneran Ada

6 Hantu Paling Ditakuti Dalam Film Horor Jepang Ini Ternyata Beneran Ada

BACRITKITA.COM –┬áSiapa yang tidak merinding alias bahkan menjerit saat sosok Sadako merangkak keluar dari televisi? Alias saat hantu Kayako merangkak dari tangga. Hantu-hantu dalam film horor Jepang terbukti rutin berhasil bikin para penonton ketakutan.

Tak hanya Sadako serta Kayako, tetap tidak sedikit karakter hantu dalam film horor Jepang yang tidak kalah menakutkan. Umpama saja Teke-Teke, Hikiko, serta Kuchisake-onna. Serta nyatanya semua hantu ini bukan rekaan semata. Meskipun kisah mereka di dalam film telah dimodifikasi demi kepentingan hiburan, tetapi legenda mengenai mereka sangatlah ada serta tidak kalah menyeramkan.

  • Hikiko

Kalau kalian sempat melihat film animasi 3D yang berjudul Hikiko, mungkin kalian telah tidak asing lagi dengan sosok hantu yang diceritakan di dalamnya. Hikiko bercerita mengenai hantu gadis cilik yang semasa nasibnya rutin disiksa. Seusai meninggal dirinya kembali sebagai sosok hantu yang kerap memburu murid-murid sekolah. Apabila dilihat dari kejauhan Hikiko tampak sedang menyeret boneka. Namun bila didekati nyatanya mayat manusia yang diseretnya.

Menurut legenda, Hikiko rutin menjadi korban penindasan baik oleh orangtua maupun kawan-kawan di sekolahnya. Sebab penyiksaan yang tidak jarang dialaminya tubuh Hikiko mempunyai tidak sedikit cacat. Sebuahsaat penyiksaan yang dialaminya membikin nyawa Hikiko melayang. Hantunya kerap mencari korban, menyeret mereka sepanjang jalan sampai tubuhnya tercerai-berai.

  • Teke-Teke

Teketeke adalah film horor besutan sutradara Koji Shiraishi pada tahun 2009. Menceritakan mengenai sekelompok murid SMA yang mencoba memecahkan misteri hantu teke-teke.

Teke-teke juga tergolong cerita hantu yang paling tak jarang diperbincangkan di Jepang. Konon dirinya adalah hantu seorang wanita yang mati mengenaskan di suatu stasiun kereta di Hokkaido. Si wanita terjatuh di atas rel kereta serta tubuh tahap bawahnya terlindas kereta. Arwahnya yang penasaran lantas menghantui seluruh kota untuk mencari tahap tubuhnya yang hilang.

Hantu ini difotokan merangkak dengan kedua tangannya yang semacam cakar. Suara kertakan yang timbul dari rangkakannya terdengar semacam kata ‘teke, teke’. Sementara tahap pinggang sampai kakinya lenyap, membikin siapa saja yang menontonnya ketakutan setengah mati.

  • Sadako

Sebetulnya Sadako terbukti hanya karakter rekaan novelis Koji Suzuki. Tetapi karakter ini terbukti diadaptasi dari beberapa karakter onryo, hantu pembalas dendam yang dikenal di legenda-legenda. Salah satu inspirasinya merupakan Bancho Sarayashiki yang menceritakan mengenai riwayat mengenaskan Okiku.

Sama semacam Sadako, Okiku juga dibunuh serta dilemparkan ke dalam sumur. Hingga sekarang sumur tempat jenazahnya dibuang di Puri Himeji tetap ada. Menurut salah satu versi cerita, Okiku merupakan pelayan yang merusak/menghapus satu dari sepuluh pusaka milik tuannya. Sejak kematiannya, setiap malam terdengar suara Okiku yang meratap sambil menghitung pusaka dari dalam sumur.

Begitu hingga ke angka sembilan, suaranya berubah menjadi tangisan memilukan. Beritanya arwah Okiku baru dapat ditenangkan apabila dari atas ada orang yang berteriak ‘sepuluh’ untuk melengkapi hitungannya.

  • Kayako

Sama semacam Sadako, roh Kayako yang menghantui film Ju-on: The Grudge juga cuma rekaan. Kisahnya terinspirasi dari legenda Yotsuya Kaidan.

Kalau Kayako disiksa sampai tewas oleh suaminya yang pencemburu, Yotsuya Kaidan menceritakan mengenai Oiwa. Oiwa merupakan istri yang setia berbakti terhadap suaminya, Tamiya Iemon. Iemon yang kehilangan status sebagai samurai wajib bekerja serabutan demi menyambung nasib. Sebab muak dengan nasibnya yang saat ini kesusahan, dirinya mulai membenci sang istri. Sebab kepincut dengan cucu tetangganya yang kaya raya, Iemon meracuni Oiwa supaya dirinya dapat menikah lagi. Racun tersebut membikin tubuh Oiwa cacat serta dirinya mati dalam kondisi yang mengenaskan.

Di hari pernikahan Iemon, hantu Oiwa menuntut balas. Ketika Iemon membuka cadar istri barunya, yang terkesan merupakan wajah rusak Oiwa. Merasa ketakutan, Iemon memenggal istri serta mertuanya. Akhirnya Iemon tewas di tangan saudara lelaki Oiwa.

Kisah Oiwa diadaptasi menjadi drama kabuki yang tetap dipentaskan sampai sekarang.

  • Toire No Hanako-San

Ada dua film yang menceritakan mengenai Hanako si hantu toilet. Film pertama merupakan School Mystery yang rilis di tahun 1995. Sementara film lainnya merupakan Toire no Hanako di tahun 1998.

Kedua film tersebut bercerita mengenai Hanako, hantu gadis cilik yang kerap timbul di toilet ketiga lantai ketiga suatu gedung sekolah tua. Hanako difotokan sebagai seorang gadis cilik dengan rambut singkat serta mengenakan rok merah.

Menurut legenda, Hanako terbunuh saat serangan udara pada zaman Perang Dunia II. Versi lainnya menyatakan Hanako dibunuh oleh predator seksual yang mendapatinya bersembunyi di dalam toilet. Kisah Hanako sangat terkenal di tahun 1980-an serta tetap tak jarang terdengar sampai saat ini.

  • Kuchisake-Onna

Hantu Jepang terbaru yang bakal dibahas merupakan Kuchisake-onna. Dirinya merupakan hantu wanita cantik yang tewas terbunuh dengan mulut sobek. Arwahnya bergentayangan sebagai sosok wanita misterius dengan mulut tertutup masker, kipas, alias scarf. Dirinya bakal bertanya terhadap calon korbannya, “Apakah aku cantik?” Apabila dijawab iya, Kuchisake-onna bakal membuka masker serta menunjukan mulutnya yang sobek dari ujung telinga kiri sampai ke telinga kanan. Seusai itu dirinya bakal bertanya lagi, “Bagaimana kalau sekarang?” Apabila dijawab iya, Kuchisake-onna bakal mengoyak mulut korbannya dengan gunting alias pisau supaya mirip dengan dirinya.

Rumor mengenai Kuchisake-onna berkembang pada masa Heian. Kuchisake-onna diyakini sebagai istri seorang samurai yang dibunuh sebab ketahuan berselingkuh. Dikuasai amarah, sang suami yang seorang samurai merobek mulut istrinya yang cantik dengan pedang serta mengatakan, “Sekarang siapa yang bakal menyebutmu cantik?”

Rumor mengenai Kuchisake-onna kembali merebak di Prefektur Nagasaki pada tahun 1979 serta pernah menyebabkan kepanikan warga. Sejumlah sekolah meharuskan murid-muridnya pulang ke rumah berkelompok dengan didampingi guru alias orangtua sebab timbul berbagai laporan terhadap polisi mengenai seorang wanita bermasker yang kerap mengejar anak-anak sekolah.

Kisah Kuchisake-onna diadaptasi ke layar lebar berkali-kali. Berbagai judul film yang menceritakan kisah seramnya antara lain Kuchisake-onna (1996), Kuchisake (2005), Carved, serta Slit Mouth Woman in LA (2014).

Itulah hantu-hantu wanita dari film horor Jepang yang nyatanya sangatlah ada di dunia nyata.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *