Home » NEWS » 8 perbedaan Orang Kaya Beneran Dan Orang Sok Kaya

8 perbedaan Orang Kaya Beneran Dan Orang Sok Kaya

BACRITKITA.COM – Pernah gak sih kalian ketemu sama orang yang suka pamer harta kekayaannya

Berjumpa dengan mereka yang kegemaran menunjukkan kekayaannya mungkin bukan barang baru lagi. Bahkan di lingkup pergaulan, kami dapat sehingga berjumpa lebih dari satu dengan karakter semacam ini. Kadang penampilan glamor serta omongan tinggi tak jarangkali mengelabui kami untuk tahu apakah orang tersebut sangatlah kaya alias tidak.

Tapi sebenarnya perbedaan antara orang kaya serta mereka yang (sok) kaya itu ada loh. Apa saja ciri orang yang betul-betul tajir?

  • Orang Kaya Malas Untuk Memamerkan Kekayaannya Di Media Sosial.Dia Gak Butuh Tuh Posting Gambar Barang Mahalnya Supaya Dilihat Orang

Cara membedakan orang kaya benaran serta pencitraan paling gampang dilihat dari apa yang ia posting di media sosial. Kalau kami tahu dirinya terbukti punya barang branded tapi jarang publikasi di Path alias Instagramnya, itu pertanda dirinya terbukti orang kaya. Tapi kalau ia bertingkah sebaliknya itu yang butuh dipertanyakan. Orang yang dengan cara finansial mapan tak butuh kesaksian dari orang lain atas kekayaannya dengan over expose di media sosial.

  • Buat Orang Tajir Membicarakan Kekayaan Adalah Hal Gak Penting.Tapi Bagi Orang ( Sok ) Tajir Menunjukkan Kekayaan Via Omongan Adalah Keharusan.

Ciri kedua ini juga mungkin telah lumrah kalian dengar. Ya orang yang ingin terkesan kaya cenderung tak sedikit menunjukkan kekayaannya lewat omongan. Biasanya nih orang semacam ini suka banget mengeluarkan kata-kata semacam

“Duh kelak kalau makan jangan yang di kaki lima ya. Soalnya gw gak biasa nih”
“Bingung nih kelak kalau balik ke Jakarta naik apa ya. Tiket Garud* yang first class telah habis lagi”
Pokoknya orang semacam rutin berusaha menunjukkan kelasnya lewat omongan dia. Padahal kalau diperhatiin, gaya nasibnya tiap hari ya biasa-biasa saja.

  • Mereka yang kaya beneran gak bakal menuturkan barang-barang mahal dengan orang yang bukan dari kalangannya. Sementara orang pura-pura kaya justru sebaliknya

Mungkin sebagian dari kalian sempat nih temenan sama orang yang kerjanya ngomongin barang mahal semakin. Mulai dari tas keluaran terakhir, jam tangan paling mahal, hingga mobil alias motor premium. Padahal sih sebetulnya dirinya tahu bahwa kawan nongkrongnya ini gak tahu barang begituan sebab bukan kelasnya juga.

Nah kalau kalian sempat ketemu sama orang model begini, butuh tuh dipertanyakan beneran dirinya kaya alias enggak. Sebab sepengamatan kami, orang yang beneran kaya tahu banget orang semacam apa yang tepat diajakin ngomongin barang-barang branded.

  • Ketika nongkrong alias makan di sebuahtempat, orang sok tajir bakal mikirin banget seberapa prestigenya tempat itu. Kalau orang kaya beneran justru gak peduli tuh

Satu faktor yang paling dikejar oleh orang sok kaya merupakan kesaksian dari orang. Sebabnya buat dirinya tempat makan alias nongkrong itu ya wajib membawa derajatnya.Kalau enggak lebih baik pindah saja. Orang model begini ogah banget kelihatan beredar di tempat-tempat yang “gak gaul” serta “tidak lebih hitz”. Padahal ketika pesan makan sih menunya yang paling terjangkau alias mungkin malah gak pesan sekalian. Kan yang penting check in sama gambar

  • Rutin terkesan show off menunjukkan kekayaannya merupakan kebiasaan orang yang sebetulnya gak kaya

Orang yang gak kaya rutin berusaha terkesan kaya. Baik lewat perbuatan serta omongan. pokoknya manusia model semacam ini ingin sekali menunjukan pada orang lain kalau dirinya punya uang. Maka dari itu gak heran kalau sebisa mungkin ia bakal berusaha show off pada orang di kurang lebihnya mengenai apa yang dirinya miliki. Umpama saja nih lagi makan di café, semua gadget-nya di keluarin. Padahal sih sebetulnya dirinya bawa tas untuk tempat menyimpan gadget-nya ini. Tapi sebab tujuannya terbukti mau pamer ya wajib dibiarin ada di luar tas dong.

  • Gampang sirik saat menonton orang lain kelihatan lebih kaya dari dia. Sementara orang kaya beneran lebih cuek sama itu semua

Untuk orang yang kaya beneran, menonton orang lain lebih tajir dirinya bukanlah persoalan besar. Mereka gak bakal gampang panik ketika tahu kawannya baru beli gadget alias mobil terakhir. Sebab buat dirinya kalau terbukti mau beli ya tinggal beli saja. Tapi kalau orang yang pura-pura tajir, mengenal orang lain punya barang baru dapat bikin kebakaran jenggot. Perasaan tersaingi serta gak mau kalahlah yang bikin orang pura-pura kaya sehingga semacam ini

  • Tersinggung banget saat dirinya merasa orang di kurang lebihnya gak mengakui kekayaannya. Baginya pengakauan orang merupakan segalanya

Selain gampang sirik serta punya jiwa kompetisi yang tinggi, orang sok kaya biasanya dapat sehingga sensi ketika ia merasa lingkungan tak mengakui bahwa dirinya orang kaya. Umpama nih lagi jalan-jalan ke mall semakin tiba-tiba sales-nya gak nawarin dirinya buat beli barang yang terbukti harganya mahal tentu dirinya marah. Kalimat yang umum dikeluarkan sih biasanya

Gila tuh orang gak nawarin gue. Emangnya dipikir gue gak dapat beli barang harga segitu apa?
Padahal dengan cara naluriah nih sales penjualan biasanya dapat mekualitas, kira-kira orang yang ditawarin dapat beli apa enggak. Sehingga kalau gak ditawarin ya kemungkinan besar sebab terbukti menurut insting mereka orang tersebut gak mampu beli.

  • Dari sekian tak sedikit omongan yang mencitrakan kekayaannya cuma sebagian kecil yang sehingga nyata. Sisanya ya tinggal cerita…

Mulai dari ngaku tinggal di daerah elit hingga bapaknya orang berduit telah sempat diomongin. Punya mobil mewah hingga liburan ke luar negeri juga tak jarang diceritain. Tapi dari sekian tak sedikit cerita barang mewah serta vakansi borjunya itu, kalian jarang menonton bukti ternyata. Ya gitu deh tak sedikit dari omongan dirinya hanya beres sehingga cerita belaka

Kalau terbukti kaya, jangan arogankan kekayaanmu. Justru sebaliknya, kalian sewajibnya menyumbangkan untuk orang-orang yang tak lebih mampu. Bukanlah dunia ini bakal lebih baik lagi apabila semua orang dengan rela hati dapat saling membantu?

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *