Home » UNIK » 9 Ritual Pacaran Paling Aneh Sebelum Resmi Menikah

9 Ritual Pacaran Paling Aneh Sebelum Resmi Menikah

BACRITKITA.COM – 9 ritual pacaran paling aneh sebelum resmi menikah ini bukanlah ritual pertunangan apalagi pernikahan,tapi tetap dalam bagian pacaran yang endingnya kami juga tak tahu apakah kedua insan manusia yang saling mencintai ini bakal beres di ujung pelaminan,ataukah semua ini hanya untuk seru-seruan saja :

  • Makan Apel Dikempit Ketek Pacar Kesayangan 

Ritual aneh pacaran pertama dapat kami jumpai di pedalaman Desa Austria. Bagi masyarakat orisinil disana mereka meyakini kalau aroma ketek seorang wanita mencerminkan tingkat seksualnya apakah liar, normal alias diam-diam saja semacam gedebong pisang.

Untuk mengenalnya ada perayaan pesta bujang dimana para perempuan serta pria bakal berkumpul di sebuahtempat. Mereka menari bersama tapi khusus perempuan menari sambil mengempit irisan apel di ketek mereka serta baru diperbolehkan berhenti seusai berkeringat deras. Seusai itu irisan apel bercampur keringat ini bakal diberbagi serta dimakan oleh pasangan mereka, untuk merasakan seberapa besar aroma seksual calon istrinya.

  • Festival Pacaran Suku Wodaabe Di Afrika

Tak kalah unik dengan Festival Pacaran Gerewo bagi Suku Wodaabe di Afrika,tapi bedanya justru kaum pria disini yang lebih ribet. Mereka bakal meperbuat perawatan tubuh selagi berhari-hari sebelum agenda dilangsungkan. Dari luluran, masker lumpur serta beberapa macam terapi kecantikan lainnya supaya mereka terkesan bersih serta hebat dimata calon pacarnya.

Selama berjalannya Festival Gerewo, para pria bakal mengenakan pakaian harapan mereka selagi seminggu penuh supaya ketampanan mereka bertambah maksimal.Kemudian mereka bakal berkumpul serta saling berkompetisi, sementara para wanita hanya melihat sambil diam-diam memantau satu persatu pria mana yang sudah memikat hatinya.

Di hari terbaru Festival Gerowo, barulah mereka bakal menentukan opsi mereka, siapa pria yang layak untuk menjadi pacar mereka. Biasanya dalam bagian pacaran ini tidak berjalan lama, selang beberapa bulan mereka bakal melanjutkan ke jenjang pernikahan.

  • Pondok Cinta Suku Zul

Ini mungkin menjadi ritual pacaran paling aneh sekaligus menang tak sedikit. Yups calon mertua laki-laki memperbolehkan seorang pria lanang untuk menjalin hubungan lebih serius dengan putrinya. Ia bakal membangun Pondok Cinta di sebelah rumahnya.

Ketika malam hari tiba, sang pria boleh cocol-cocol manja dengan putrinya di dalam Pondok, tapi tetap dalam penglihatan pihak keluarga yang tak terlalu ketat, hanya sesekali menengok ke dalam pondok, misalkan Ibu, paman alias kakaknya. Sedangkan Pihak ayah tak boleh ditemui serta bakal semakin melalaikan calon menantunya hingga putrinya sukses meminta berbagai ekor sapi dari pria tersebut.

Apabila bersedia, sang ayah bakal mengakui calon menantunya tersebut serta mereka diperbolehkan untuk menikah. Tapi apabila tidak, hubungan cinta mereka wajib putus saat itu juga.

  • Gubuk Bercinta Suku Kreung Di Kamboja

Ketika anak gadis telah menjelma menjadi wanita dewasa 15 tahun ke atas, para ayah di Suku Kreung Kamboja bakal membikin suatu Gubuk, dimana gubuk ini menjadi tempat pertemuan antara putrinya dengan tak sedikit laki-laki supaya ia dapat memperoleh cinta sejati.

Satu persatu para bujang jahanam bakal menghabiskan malam dengan putrinya ber ikeh-ikeh kimochi sepuasnya hingga ia merasa tepat serta menemukan seorang pria sekeras kayu untuk menjadi suaminya. Walau terlihat vulgar serta terlalu leluasa tapi tradisi gubuk bercinta ini adalah tutorial paling baik untuk memperoleh seorang suami sempurna. Serta hebatnya tak sempat dilaporkan ada permasalahan pemerkosaan di Suku Kreung Kamboja.

  • Ala Kachuu,Tradisi Aneh Menculik Wanita Untuk Dijadikan Pengantin Di Kyrgyzstan

Bukan aneh lagi tapi ritual pacaran ini sangat mengerikan. Dijuluki sebagai Ala Kachuu yakni Buru serta Sergap. Seakan melegalkan pemerkosaan, para pria di Kyrgyzstan diperbolehkan untuk menculik, menyekap serta memaksa seorang perempuan untuk dinikahi. Lebih dari 50 persen angka pernikahan disumbangkan lewat tradisi aneh menculik wanita Ala Kachuu ini.

Seusai seorang wanita cantik diculik serta dipaksa menginap, pihak keluarga laki-laki bakal mengumumkan berita penculikan ini terhadap keluarga perempuan. Anehnya pihak keluarga perempuan tak memperpersoalankan faktor ini, justru sebaliknya mereka merasa bangga sebab anak gadis mereka dapat terpilih menjadi calon mempelai wanita.

Dan apabila seandainya mereka menolak anak gadis mereka untuk dikawin paksa, bakal timbul stigma sosial negatif yang memalukan serta mencoreng nama baik keluarga gadis itu sendiri. Sebab seorang gadis yang telah menginap di rumah penculik tentu telah tak suci lagi sebab telah diajak main kuda-kudaan.

Untungnya berkah desakan penggiat HAM dari seluruh dunia terhadap pemerintah Kyrgyzstan, tradisi aneh menculik wanita untuk dijadikan pengantin ini telah dilarang serta dianggap lakukanan ilegal sejak tahun 1994 meskipun ancaman hukumannya tetap sangat ringan yakni maksimal hanya 3 tahun penjara. Serta mirisnya hingga kini praktek penculikan pengantin ini tetap tak sedikit di lakukan di daerah-daerah pedesaan.

  • Ritual Mengunjungi Anak Perempuan Di Suku Dai,China

Dari sekian daftar ritual pacaran aneh sebelum resmi menikah, semacamnya ritual pacaran ala Suku Dai di China ini yang paling romantis. Sehingga ada hari khusus dimana para bujang dari Suku Dai bakal berkumpul dengan perempuan Suku Dai.

Para perempuan bakal duduk membentuk lingkaran mengelilingi api unggun, sementara sekelompok bujang mulai tebar pesona dari bermain alat musik, menari serta bernyanyi di dekat mereka. Apabila seorang perempuan menyukai salah satu dari mereka, dia bakal mengeluarkan bangku, mempersilahkan si bujang untuk duduk di dekatnya serta mereka bakal mengobrol hingga pagi.

  • Pacar bersama Suku Mosuo Di China (Walking Marriages)

Walking Marriages suatu tradisi unik warisan leluhur yang tetap dipertahankan hingga kini oleh Suku Mosuo di Provinsi Sichuan, China. Sehingga konsepnya semacam ini seorang wanita bakal menantikan kedatangan berbagai pria dikamarnya, bila ia mendapati pria tersebut gak bagus serta gak jago kimpoi, maka dirinya tinggal mengusirnya serta menantikan kedatangan pria selanjutnya. Lucunya para pria ini diharuskan masuk lewat jendela, bukan dari pintu.

Tak ada istilah seks bebas, zinah serta anak haram apabila bayi dilahirkan ibunya kelak walau tidak tahu siapa ‘ayah’ kandung sebetulnya. Peran wanita di suku ini terbukti dominan semua garis keturunan diwariskan dari pihak bunda serta yang juga mencari nafkah merupakan wanita semacam bekerja di sawah, ladang sementara pihak laki-laki hanya mengurusi rumah tangga serta anak-anak.

Meski nasib satu rumah, kalau telah bosan si pria dapat ditendang keluar rumah kapan saja oleh wanita sebab mereka tidak sempat ada ikatan perkawinan, serta mayoritas tampuk kekuasaan di suku Mosuo China dipegang oleh kaum hawa.

  • Tradisi Membeli Pengantin Di Thailand

Di Provinsi Chiang Rai, Thailand ada suatu tradisi unik peninggalan leluhur yang tetap dipertahankan hingga sekarang. Apabila seorang pria menyukai wanita maka ia bakal mengajaknya kencan, serta tanpa tedeng aling-aling mendatangi rumahnya langsung untuk berjumpa dengan sang ibu.

Pria tersebut bakal bernegosiasi dengan si bunda wanita tersebut mengenai berapa harga yang wajib dibayar untuk mengundang tinggal anak perempuannya tersebut di rumahnya. Serta apabila ia telah kebelet pengen langsung kawin, ia dapat sekaligus bayar mahar pernikahan di hari itu juga.

  • Pasar Pengantin Di Kalaidzhi Bulgaria,Anak Perempuan Dijual Untuk Dijadikan Istri

Pusing mencari jodoh? Telah habisan-habisan uang tidak sedikit tapi calon mantan gebetan malahan menolak mentah-mentah cintamu. Coba saja peruntungan di Bulgaria terutama di desa suku pedalaman Kalaidzhi (Kaum Gypsy), penduduk orisinil setempat hingga kini tetap melestarikan ritual pacaran aneh sebelum resmi menikah yakni tradisi Bridal Market alias pasar pengantin.

Disini para pria lajang leluasa sebebas-bebasnya memilih calon pengantin yang mereka sukai dari yang cantik, montok, muka musang hingga yang butut juga ada. Serta tidak butuh khawatir kalau calon mertua marah, justru mereka sendiri yang ‘menjual’ putrinya.

Rata-rata orang tua yang menjual putrinya di pasar pengantin Bulgaria ini berasal dari keluarga miskin, serta inilah peluang untuk memperoleh uang tidak sedikit sebagai bekal modal mereka. Harga bervariasi dari yang terterjangkau semoga tahan lama 5 juta, puluhan juta hingga ratusan juta. Yups harga dapat melambung sangat tinggi tergantung kondisi putrinya. Cantik, seksi, montok, betis mbunting padi telah tentu harganya sangat mahal. Nah beda tuh kalo kulitnya gradakan biasanya ada diskon khusus.

Dan syarat untuk mengikuti ritual aneh dalam suku Kalaidzhi ini calon pengantin wanita diwajibkan tetap original atau pejawan tinting. Yang menyeramkan lagi para pengantin yang dipasarkan ini banyak tetap dibawah umur dari usia 13 tahun hingga 21 tahun ke atas.

Mereka nantinya bakal berdandan secantik-cantiknya memakai rok mini, baju tank top, celana gemes serta sepatu hak tinggi, pokoknya yang dapat bikin mimisan para pria penawarnya. Apakah pengantin wanita yang dipasarkan pasti mau apabila yang menawarnya pria jelek? Pasti saja ‘mau’ sebab keputusan ditangan sang orang tua wanita, serta tak sempat dilaporkan hingga kini ada pengantin yang menolak dibeli.

  • Foto Seorang Ibu Menawarkan 3 Putri Cantiknya Sekaligus

Para calon pembeli ini biasanya juga rutin dikawani oleh orang tua mereka untuk menonton calon menantunya langsung, serta khusus calon mertua wanita diperbolehkan untuk meremas-remas paha serta bokong calon menantunya, konon menurut kepercayaan mereka, kekenyalan paha serta bokong seorang wanita menandakan tingkat kesuburan mereka yang nantinya dapat melahirkan keturunan tak sedikit.

Pasar Pengantin di Kalaidzhi, Bulgaria diadakan 3 kali dalam setahun serta dihadiri puluhan ribu masyarakat orisinil Bulgaria yang ingin membeli langsung calon pengantin mereka alias hanya sekedar menyaksikan langsung ritual pacaran paling aneh sebelum resmi menikah ini.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *