Home » TEKNO » Begini Pengakuan Hacker Pembobol Jutaan Akun Yahoo

Begini Pengakuan Hacker Pembobol Jutaan Akun Yahoo

BACRITKITA.COM –┬áSeorang warga Kanada dituding pemerintah Amerika Serikat, sudah menolong penyuplai intelijen Rusia meperbuat peretasan akun Yahoo dengan cara masif pada 2014.

Departemen Hukum AS berkata, pria bernama Karim Baratov itu kemudian dinyatakan bersalah dalam pengadilan Selasa 28 November 2017.

Mengutip laporan Reuters, Rabu (29/11/2017), Baratov dinyatakan bersalah di pengadilan atas pembobolan akun email Yahoo dan menjual password email-email tersebut terhadap seorang penyuplai Rusia.

Pria 22 tahun yang lahir di Kazakhstan ini ditahan di Kanada, sejak Maret 2017 atas permintaan kejaksaan AS. Tetapi sebab hukum ekstradisi, ia kemudian diputus bersalah oleh pengadilan AS.

Tidak hanya Baratov, dalam pernyataannya, Departemen Hukum AS memkabarhukan tiga pria lain yang juga ditahan, tergolong dua penyuplai Rusia (FSB) atas aksinya membobol 500 juta akun Yahoo.

Menanggapi penahanan yang melibatkan kedua petugas Rusia, juru bicara Presiden Rusia Vladimir Putin membantah bahwa penyuplai FSB terlibat dalam peretasan akun Yahoo.

Kejaksaan menyebut, kedua penyuplai FSB bernama Dmitry Dokuchaev dan Igor Sushchin dengan cara langsung bayar kelompok peretas dan mempekerjakan Alexsey Belan, salah satu penjahat siber paling tak sedikit dicari FBI, untuk membobol Yahoo.

  • Mengaku Bersalah

Ketika kedua penyuplai FSB tersebut mengenal bahwa sasaran mereka mempunyai akun email non-Yahoo, mereka juga menyewa jasa hackeran Baratov. Ia diketahui mendapat bayaran atas aksinya membobol 80 akun email.

Berbagai akun yang sehingga sasaran adalah milik pejabat Rusia, CEO perusahaan logam, sampai bankir terkemuka. Setidaknya, dari 80 akun yang disasar Baratov adalah milik Google.

Departemen Hukum AS juga menyebut, Baratov mengakui kejahatannya membobol 11 ribu akun email baik atas permintaan kedua penyuplai FSB serta konsumennya yang lain. Hackeran tersebut diperbuat sejak 2010 sampai Maret 2017, sebelum ditahan oleh pemerintah Kanada.

Menurut Baratov, dirinya mengiklankan layanannya dalam situs berbahasa Rusia. Ia pun memperoleh jalan masuk ke akun para korbannya dengan korespondensi palsu yang dirancang supaya terkesan seakan-akan dikirim dari host email yang relevan.

Baratov mengaku bersalah atas tudingan konspirasi yang melanggar Undang-undang Penipuan serta Penyalahgunaan Komputer (Computer Fraud and Abuse Act) serta delapan tuduhan pencurian bukti diri.

  • Hackeran 500 Juta Akun Yahoo

Sebelumnya, pertengahan September tahun 2016, Yahoo dengan cara mengejutkan memkabarhukan perusahaan sudah dibobol jadi menyebabkan pencarian setidaknya 500 juta akun pemakai Yahoo.

Pembobolan akun tersebut diyakini sebagai kejahatan siber paling besar di dunia. Saat itu dalam pernyataannya, Yahoo percaya bahwa pihak di balik kejadian ini adalah “aktor yang disponsori pemerintah”. Artinya, ini adalah sebuahperbuatan individual atas nama pemerintah.

Informasi akun yang dicuri meliputi nama, alamat email, nomor telepon, tanggal lahir, kata sandi serta, dalam berbagai permasalahan, pertanyaan serta jawaban keamanan terenkripsi alias tak terenkripsi,” kata Yahoo dalam sebuah pernyataan.

Perkembangan permasalahan hackeran Yahoo semakin berlanjut sampai Oktober 2017 ini. Seusai resmi dibeli operator terkemuka AS Verizon, Yahoo –yang kemudian berganti nama menjadi Oath– membeberkan, jumlah akun yang bocor sebab hackeran masif itu setidak sedikit 3 miliar akun.

Chief Information Security Officer Verizon Chandra McMahon pun berkata, Verizon sebagai perusahaan induk Oath berkomitmen untuk rutin terbuka terhadap pemakai.

Kami bekerja proaktif untuk memastikan keselamatan serta keamanan para pemakai dari ancaman keamanan. Investasi kita di Yahoo memungkinkan tim untuk mengambil langkah signifikan guna menambah keamanan pemakai,” katanya.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *