Home » NEWS » Hukuman Sadis Koruptor Pencuri Uang Rakyat Di Berbagai Negara

Hukuman Sadis Koruptor Pencuri Uang Rakyat Di Berbagai Negara

BACRITKITA.COM –┬áMuak telah kami mendengar dengan tak sedikitnya permasalahan korupsi yang mencoreng kehormatan bangsa di mata dunia. Keserakahan serta ingin berkuasa membikin para pelaku ini tak memikirkan hidup keluarga maupun rakyatnya. Hidup bergelimang harta dipuja puja para penjilat merupakan ketersanjungan menurutnya. Permasalahan permasalahan tertangkapnya para pencuri uang rakyat ini tak membikin terkejut sebab dianggap sesuatu yang biasa sebab hukuman yang ringan serta bakal terbebas dalam waktu yang tak lama. tak sama dengan hukuman untuk koruptor di Indonesia, di negara negara lain sangat serius memberantas korupsi meski dengan menghapus nyawa. Mereka menerapkan hukuman yang sangat berat jadi penjahat tukang korupsi uang rakyat wajib berpikir berkali kali untuk meperbuat korupsi. Tidak hanya memasukan anak serta istri ke penjara sampai hukuman mati dengan tutorial yang termasuk sadis. Berikut hukuman berat koruptor pencuri uang rakyat di beberapa negara.

  • China Menghukum Koruptor Beserta Anak Dan Istri

Selain sempat meperbuat hukuman mati untuk pelaku koruptor, diterapkan juga menghukum anak dan istri para pengutil uang rakyat. Pengadilan China menjatuhkan vonis penjara 18 tahun kepada Zhou Bin, putra dari koruptor Zhou Yongkang, bekas petinggi Partai Komunis, yang lebih dulu divonis penjara seumur nasib pada Juni 2015. Bin dianggap bersalah mekegunaaankan pengaruh sang ayah untuk menerima sogokan 222 juta Yuan (setara Rp 453 miliar). Bin membekingi cukong impor barang ilegal masuk ke China daratan.Istri Yongkang, Jie Xiaoye, turut diseret ke pengadilan. Perempuan sempat menjadi presenter kabar televisi ini menerima sogokan anak buah Partai Komunis China yang ingin naik pangkat. Pengadilan Beijing kemarin menghukum Xiaoye penjara 9 tahun ditambah denda 1 juta Yuan.

Xiaoye dihukum lebih rendah sebab tak sempat melarikan diri. Sedangkan putranya Bin sempat mencoba kabur ke Amerika Serikat pada awal 2013. Yongkang adalah pejabat dengan pangkat paling atas diseret pertama kali oleh kejaksaan China. Nyaris semua kolega Yongkang, rata-rata pejabat di Provinsi Sichuan, ikut dicokok oleh aparat Tiongkok. Yongkang menerima suap, menjalankan bisnis minyak ilegal, mengemplang pinjaman bank, membikin proyek fiktif, dan memainkan proses kenaikan pangkat pejabat-pejabat pemerintah. Atas ulah kotornya, keluarga Yongkang mempunyai aset sampai 90 miliar Yuan (setara Rp 186 triliun). Dirinya adalah pejabat terkaya di seluruh China. Harta keluarga Yongkang saat ini nyaris seluruhnya sudah disita oleh negara.

  • Filipina Membuang Koruptor Dari Helikopter

Presiden Filipina Rodrigo Duterte berbicara sempat melempar seorang pelaku penculikan dari atas helikopter. Menurutnya, faktor itu juga bisa ia perbuat terhadap para pejabat yang meperbuat korupsi.
Selama ini, Duterte populer sebagai pemimpin yang keras dalam menegakkan hukum di negaranya. Saat tetap menjabat sebagai wali kota Davao, ia juga tidak ragu membikin aturan-aturan yang memungkinkan eksekusi mati diperbuat.

Sejak Duterte menjabat sebagai presiden sejak berbagai bulan lalu, tidak sedikit orang yang tewas dalam operasi pemberantasan narkotika. Faktor itu sesuai dengan janjinya untuk mengangkat hukuman mati di Filipina. Komisi HAM PPB mengkhawatirkan perbuatan yang diperbuat Duterte. Pelanggaran hukum sesuai yang diatur pengadilan internasional mungkin sudah terjadi. Sebagai tasumsi atas faktor itu, Duterte berbicara negaranya mempertimbangkan keluar dari PBB. Ia ingin Filipina keluar dari Pengadilan Kriminal Internasional serta mengakhiri pakta kerja sama dengan Amerika Serikat (AS), salah satu negara yang mengkritiknya atas dugaan pelanggaran HAM.

  • Korea Utara Menjadikan Pelaku Koruptor Makanan Anjing

Selain ditembak dengan senjata mesin, diracun dan diledakan dengan mortir dan membakar nasib nasib pelaku koruptor disana, sempat tersiar juga hukuman mati diperbuat dengan menjadikan pelaku makanan anjing. Suatu surat berita terbitan Cina, Wen Wei Po, mengungkap eksekusi keji kepada paman ceo Korea Utara Kim Jong un, Jang Song Thaek, pada 12 Desember 2013, yang memakai 120 anjing liar. Jang, 67 tahun, dan lima pesuruh dekatnya ditelanjangi dan dilemparkan ke dalam kandang untuk dimakan nasib-nasib oleh anjing yang dibiarkan kelaparan selagi tiga hari.

Eksekusi itu disebut Quan Jue. “Anjing itu menghabiskan tubuh enam orang itu hanya dalam satu jam,” sebut Wen Wei Po, semacam dikutip Daily Mail, Jumat, 3 Januari 2014. Jang dituduh berupaya mengkhianati Jong un dengan mempersiapkan kudeta militer. Dirinya juga dituduh sudah main perempuan, judi, dan korupsi. Media Korea Utara sempat menyebut Jang sebagai sampah dan lebih kurang baik dari anjing dan kotoran. Padahal, Jang selagi ini menjadi mentor bagi Jong un dan menolong peralihan kekuasaan dari ayahnya, Kim Jong Il.

  • Malaysia Hukum Gantung Pelaku Korupsi

Tak tanggung tanggung langkah Malaysia dalam memberantas korupsi butuh diacungi jempol. Bagaimna tidak, mereka berani menghukum para pengutil uang rakyat dengan hukum paling berat. Apabila kami telusuri ke belakang, Malaysia nyatanya telah lama menerapkan hukuman gantung buat para koruptor. Sejak tahun 1961, Malaysia telah mempunyai undang-undang anti korupsi bernama Prevention of Corruption Act. Kemudian dibentuk badan pemberantas korupsi Badan Pencegah Rasuah (BPR) pada 1982 untuk menjalankan manfaat undang-undang tersebut. Pada tahun 1997, Malaysia memberperbuat undang-undang Anti Corruption Act yang bakal menghukum gantung para koruptor apabila telah memang bersalah. Bagaimana mereka wajib berfikir berkali kali apabila mau mengutil uang rakyat. Hukumannya sadis tapi sesuai dengan apa yang diperbuatnya.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *