Home » GLOBAL » Mengejutkan,Inilah Alasan Mengapa Ritual Harakiri Mulai Ditinggalkan

Mengejutkan,Inilah Alasan Mengapa Ritual Harakiri Mulai Ditinggalkan

BACRITKITA.COM – Dalam kebudayaan Jepang, Harakiri dikenal sebagai ritual bunuh diri yang diperbuat para samurai demi memulihkan nama baik. Harakiri terdiri dari dua kata, hara yang berarti perut, serta kiri yang berarti potong. Prosesinya sendiri diperbuat dengan tutorial menghunuskan pedang (katana) ke arah perut serta kemudian luar biasanya menyerupai pola (vertikal, zigzag, lingkaran, dll) dimaksudkan supaya usus bedah serta terburai. Walau sangat sakral, ternyata ritual harakiri saat ini mulai ditinggalkan.

Apa yang menjadikan ritual harakiri perlahan terlupakan? Ada tak sedikit karena yang membikin ritual bunuh diri asal Negeri Bunga Sakura ini tak lagi menjadi tahap dari kenasiban orang Jepang. Padahal, apabila mereka mau, harakiri bisa semakin diberjalankan sampai kini menggantikan prosesi hukuman mati bagi para narapidana serta koruptor. Tapi mengapa wajib ditinggalkan? Akiba Nation bakal menyaapabilan argumen di bawah ini untuk Akiba-chan serta Akiba-kei semuanya!

  • Hak Asasi Manusia

Menjelang orde reformasi seusai masa perang dunia kedua beres, seluruh negara mulai memperhatikan hak asasi manusia. Berkaca pada pengalaman pahit di masa lalu, menjadikan hak asasi manusia dinomor-satukan di atas muka bumi ini. Faktor tersebut merupakan sesuatu yang amat baik, dikarenakan kami semua menjadi setara di mata hukum serta tak ada lagi yang mendapat perlakuan aniaya. Walau ternyata, kami tetap belum terlindungi seutuhnya di bawah payung HAM.

Jepang tergolong negara maju serta pastinya HAM begitu ditegakkan di negara ini. Sebelum Indonesia menemui titik adabnya di mana kerusuhan menyangkut ras tetap semakin terjadi, Jepang telah terlebih dahulu menjadi negara yang beradab. Moralitas semakin ditanamkan terhadap generasi penerusnya, yang pada saat itu Negeri Matahari Terbit baru dapat bangun kembali pasca gempuran bom nuklir dari pihak sekutu. Toleransi serta keleluasaan berekspresi tumbuh bersama kedisiplinan yang kuat. Pada akhirnya, ritual harakiri yang terbilang lumayan kejam dihapuskan.

  • Hilangnya Kelas Samurai

Selain sebab HAM, argumen kedua mengapa harakiri ditinggalkan merupakan sebab hilangnya kelas samurai di dalam tatanan masyarakat. Restorasi Meiji yang ditandai dengan pergeseran kekuasaan dari daimyo (konglomerat) ke kaisar, menyebabkan tak sedikit kelas samurai kehilangan pekerjaannya. Dengan kata lain, tak sedikit samurai yang menjadi ronin, samurai tanpa tuan. Ritual harakiri itu sendiri merupakan tutorial mati yang dihormati di kalangan samurai serta dengan terus sedikitnya jumlah samurai, terus sedikit pula jumlah orang yang meperbuat harakiri.

Dan zaman pun terus bergulir, masa kekaisaran di Jepang dewasa inii sudah beres. Jepang saat ini menganut sistem demokrasi modern semacam negara-negara pada umumnya. Kekuasaan paling atas berada di tangan rakyat, dengan para pejabat sebagai kepala kepemerintahan yang mengatur tatanan wilayah serta peraturan. Ritual harakiri tak lagi dilaksanakan, sebab tak ada daimyo yang berkuasa, faktor tersebut mengdampakkan para samurai pensiun. Sekarang, mungkin mereka menjadi orang tua beruban yang menikmati masa-masa tuanya memakai peralatan teknologi yang canggih dalam kesehariannya, bukan lagi katana.

  • Katana Yang Langka

Hilangnya kelas samurai di dalam tatanan masyarakat Jepang memberbagi efek yang besar pada jumlah katana. Pedang khas yang menjadi pegangan para samurai ini menemui titik ketiadaannya. Produksi katana dua per tiga turun di era pemerintahan yang sekarang. Peraturan melarang mengangkat serta mengedarkan benda-benda tajam yang bisa membahayakan orang lain membikin transaksi menyangkut katana tak mudah semacam dahulu. Sekarang, katana hanya dijadikan sebagai pajangan yang bahkan dibangun dengan mata pedang yang tumpul.

  • Tragedi Nogi Maresuke

Nogi Maresuke adalah petinggi dari kelas samurai yang menolong tentara kekaisaran Jepang menghadapi pemberontakan Satsuma di awal zaman Meiji. Tetapi, di tengah pertempuran, Nogi tak bisa mempertahankan kekaisaran. Sebabnya, ia hendak meperbuat harakiri, tetapi dicegah oleh seorang prajurit. Kemudian, di tahun 1912, Kaisar Meiji wafat. Kematian sosok yang selagi ini diagung-agungkan oleh Nogi Maresuke tersebut membikinnya jatuh ke lembah depresi. Seusai menuliskan suatu surat berisi penjelasan, ia lantas meperbuat harakiri. Sayangnya, perbuatan petinggi Nogi ini dikecam keras oleh masyarakat Jepang saat itu.

  • Kalah Di Perang Dunia Kedua

Kekalahan Jepang di perang dunia kedua juga memberi efek tak langsung dengan pudarnya ritual harakiri. Pada masa itu, jalan kematian terhormat seorang samurai tetap tak sedikit diperbuat oleh para tentara Jepang. Di zaman penjajahan Jepang di Indonesia saja contohnya, ketika militer Indonesia melawan tentara asal Negeri Matahari Terbit itu, ada berbagai dari tentara Jepang yang ketika nyaris bakal kalah malah meperbuat harakiri. Menonton kejadian ini, mungkin ada berjibun tentara Jepang lain yang juga meperbuat perbuatan sama di saat pasukan sekutu mengbumihanguskan Negeri Bunga Sakura. Akhirnya, kehabisan prajurit mengdampakkan hilangnya adat harakiri.

  • Kematian Penulis Terkenal

Penulis mengangkat pengaruh yang lumayan besar dalam suatu peradaban. Bahkan, kematian seorang penulis populer di Jepang bernama Yukio Mishima juga memberbagi cap jelek pada ritual harakiri yang dahulu sangat sakral. Ini bermula dari demonstrasi yang dilakukan Yukio terhadap kementrian pertahanan Jepang. Ia memohon dikembalikannya kekuasaan negara sepenuhnya ke kendali kaisar dikarenakan menurutnya kekuatan militer Jepang yang kini justru menjadi pecundang. Sebab merasa tak ditanggapi, Yukio nekat melakukan harakiri di tengah agenda demonstrasi. Alih-alih dipuji, lakukanannya malah mendapat kecaman tak sedikit pihak.

  • Pengaruh PBB

PBB yang meru pakan organisasi dunia tempat bersatunya bangsa-bangsa menjadi pengaruh besar kepada ritual harakiri di Jepang. Tak sedikit konferensi perumusan persoalan internal suatu negara diselenggarakan oleh PBB demi tercapainya solusi penanganan paling baik. Jepang datang dengan adat bunuh dirinya, serta sebagian besar negara yang peduli memberbagi pendapatnya supaya Negeri Matahari Terbit itu memperbaiki ideologi masyaraka tnya. Salah satu upaya yang diperbuat Jepang merupakan dengan membesarkan kultur film serta animanga yang diisi amanat baik mengenai menjalani kenasiban. Sampai akhirnya, harakiri sangatlah telah ditinggalkan.

  • Masuknya Budaya Asing

Tiongkok merupakan sebuahnegara yang memberbagi pengaruh mutlak kebudayaan di Jepang serta Korea. Tata tutorial makan memakai sumpit serta mangkuk dari orang Jepang dipercaya sebagai peninggalan orang Tiongkok. Tidak hanya itu, penulisan Kanji juga berasal dari Negeri Tirai Bambu yang kemudian dibangun lebih ringkas oleh Jepang. Walau begitu, menyambut modernisasi, Jepang juga tak sedikit mendapat masukan adat dari luar, khususnya Amerika Serikat serta Eropa. Tutorial nasib orang Jepang zaman dahulu yang terlalu berlebihan menggenggam ‘harga diri’ saat ini tak berlaku lagi. Tutorial nasib mereka yang kini merupakan bagaimana menambah potensi diri sendiri.

Itulah argumen mengapa ritual harakiri ditinggalkan orang Jepang. Silakan diberikan biar yang lain juga pengetahuannya bertambah!

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *