Home » NEWS » Meski Di Bawah Umur Anak-Anak Ini Sudah Naik Ke Pelaminan

Meski Di Bawah Umur Anak-Anak Ini Sudah Naik Ke Pelaminan

BACRITKITA.COM –┬áPernikahan dini hingga kini masih menjadi masalah di beberapa negara. Aturan suatu negara biasanya menetapkan batas usia minimal untuk pasangan boleh menikah. Rata-rata batas usia minimal menikah di berbagai negara sudah dikaji dengan mempertimbangkan berbagai faktor lingkungan dan sosial yang berlaku di masyarakat. Indonesia termasuk salah satu negara yang memberikan batas minimal menikah di usia 18.

Batas usia minimal tersebut dimaksudkan agar tidak terjadi pernikahan di bawah umur yang berpotensi mengurangi kualitas hidup seorang perempuan. Anak-anak yang menikah di usia dini tidak bisa mendapatkan hak untuk belajar, berkembang, dan mendapatkan kehidupan yang layak.

Selain itu, pernikahan di bawah umur juga berpeluang mendatangkan masalah rumah tangga seperti kekerasan, pelecehan, dan perselingkuhan.

Namun terkadang ada saja pasangan yang memutuskan menikah di bawah umur dengan berbagai alasan. Ada yang bahkan memang didukung keluarga. Berikut hasil rangkuman merdeka.com tentang beberapa pernikahan dini pasangan yang usianya masih sangat belia, bahkan ada yang baru dua tahun:

  • Pasangan Ini Gegerkan China Karena Menikah Di Usia Belia

Publik China tahun lalu diramaikan dengan berita pernikahan pasangan muda yang masih bertampang bocah. Mereka yang diduga masih berusia 16 tahun itu menikah pada 15 Februari tahun lalu di Nanning, Provinsi Guangxi.

Menurut situs People’s Daily Online, meski mereka sudah menggelar pesta pernikahan, namun pasangan muda itu masih harus menunggu buku nikah resmi dari pemerintah karena menurut aturan di China usia minimal pria untuk menikah adalah 22 tahun dan perempuan 20 tahun.

Dalam sejumlah foto yang beredar di media sosial, terlihat pasangan muda itu mengenakan pakaian dan aksesoris mewah dalam pernikahan mereka.

Ketika foto mereka diunggah ke Internet pada 18 Februari lalu banyak orang menaksir usia mereka baru 13 tahun. Sebagian orang bahkan bilang mempelai perempuan sudah hamil duluan.

Dengan pernikahan mereka, maka nanti mereka akan punya anak cucu. Penduduk China akan mencapai 10 miliar dalam 50 tahun,” ujar pengguna medsos sosial bernama Yu Jiao Elin yang tidak setuju dengan pernikahan dini itu.

Setelah ramai digosipkan pasangan itu akhirnya berbicara ke media dan membantah semua tuduhan.

Kabar yang bilang suami saya masih 13 tahun adalah omong kosong,” kata sang istri kepada wartawan. “Kami berdua lahir pada 1999 dan kini 16 tahun. Dia memang bertampang bayi.”

Perempuan itu juga mengatakan keluarga dan kerabat memberkati pernikahan mereka.

Keduanya mengaku bertemu setahun lalu. Si pria diketahui tidak menyelesaikan sekolahnya dan langsung bekerja sejak dua tahun lalu.

  • Bocah 14 Tahun Nikahi Anak Perempuan 10 Tahun Di Iran

Sebuah foto memperlihatkan bocah laki-laki 14 tahun menikah dengan anak perempuan 10 tahun beredar di media sosial Iran.

Kedua pasangan bocah itu sebenarnya melanggar aturan batas minimal menikah di Iran. Mereka menikah pada 4 Agustus lalu, seperti dilansir stasiun televisi Al Arabiya, Jumat (28/8/2015). Tapi pernikahan mereka dibolehkan oleh otoritas setempat setelah mereka meminta izin sebelumnya.

Di Iran perempuan boleh menikah jika usianya sudah 13 tahun dan mendapat izin dari ayah. Laki-laki boleh menikah pada usia 15 tahun. Sejumlah foto pernikahan itu memperlihatkan si bocah laki-laki memakai jas warna abu-abu dan si perempuan memakai gaun warna putih.

  • Idap leukemia,Bocah Dua Tahun Di China Sudah Menikah

Sebuah video memperlihatkan perayaan pernikahan bocah berusia belum tiga tahun bikin heboh China. Video itu banyak menarik perhatian karena pasangan bocah itu menikah sebab alasan mengidap leukemia.

Perayaan mereka dihelat Senin lalu di Beijing. Para tamu undangan adalah sukarelawan yang diminta mendoakan kesembuhan bagi pasangan bocah itu.

Kedua bocah berasal dari Provinsi Henan itu didiagnosa mengidap leukemia myelogenous akut pada 2017. Jenis leukemia yang sulit disembuhkan. Kini mereka masih menjalani perawatan di ruang yang sama di Rumah Sakit Pusat Aerospace Beijing.

Kedua bocah itu sudah menjalani serangkaian kemoterapi yang ternyata masih gagal menyembuhkan penyakitnya. Mereka kini menunggu transplantasi tulang belakang. Pernikahan tanpa bertukar cincin itu menjadi simbol harapan kedua orangtua mereka.

Panita pernikahan, Han Yuqi, adalah sukarelawan yang selama ini kerap membantu anak-anak dengan penyakit serius. Dia mengatakan para sukarelawan menawarkan menyediakan tempat, dekorasi, dan pakaian untuk mewujudkan impian kedua bocah itu.

Dengan menyelenggarakan pernikahan ini, kami ingin anak-anak ini tahu orangtua mereka tidak pernah berhenti berharap,” kata Wu Laixin, ayah dari si bocah laki-laki. “Kami berharap mereka bisa menjalani pernikahan sebenarnya suatu hari nanti.”

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *